Kamis, 06 Januari 2011

6 Prisip Penguasaan Kelas


1

Bersihkan segala masalah


Ketika saya mengajar di SD Islam Plus, begitu masuk kelas, sebagian murid berlari-lari kian kemari, dan sebagian dalam keadaan bermain dengan rollet semacam alat putar berwarna-warni yang mungkin dipergunakan dalam pelajaran matematika tentang propabilitas. Begitu guru masuk ada sebagian duduk karena takut akan hukuman. Sebagian masih asik bercengkrama dengan sesama temannya. Guru mengambil Rolet alat permainan anak dan mengatakan dengan keras "dilarang bermain." Hal ini harus dilakukan guru agar kelas tetap tenang dan siap belajar. Kalau tidak akan berlarut-larut dan murid tidak siap belajar sepanjang jam pelajaran. Memang ini kesalahan guru sebelumnya, tetapi sulit untuk menyalahkan siapa-siapa tetapi jika prinsip-prinsip ini dilaksanakan oleh semua guru tidak akan ada kesempatan anak untuk bermain didalam kelas kecuali jam istirahat. Guru harus menertibkan segala kekacauan di kelas, anak yang kejar-kejaran, bermain, ngobrol dan sebagainya. Bereskan semua masalah, dan janga sampai permasalahan tersebut berkembang jadi masalah besar, misalnya timbul kecelakaan, perkelahian dan sebagainya.
Pertama sekali mengajar di kelas 3 SD IT, murid yang luar biasa melanggar disiplin harus saya hadapi. Ketika bunyi bel masuk, tanda waktu istirahat usai, tetapi murid tetap tidak peduli akan hal itu. Mereka asik juga bermain di lapangan bermain TK, sampai guru harus memanggil memakai alat pengeras suara. Murid harus berada didalam kelas dan siap untuk belajar, baru pelajaran bisa dimulai. Untuk memanggil memakai pengeras suara butuh waktu setengah jam baru dapat semua murid masuk. Biasa dengan ancaman dan hitungan mundur baru mereka mau beranjak dari lapangan TK. Itupun kalau kepala sekolah yang memanggil, selain dari pada itu tidak dipedulikan. Ini contoh sekolah yang buruk dalam pengendalian murid-murid. Perlu pemahaman bersama antara kepala sekolah dan guru-guru akan arti penting disiplin di sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar dan mengajar.

2

Berikan Arahan


Banyak guru yang tidak terbiasa memberikan arahan, sekarang sedang mempelajari apa, kegiatan belajarnya apa, dan apa target yang hendak dicapai. Jika tidak ada arahan anak belajar dalam kebingungan, dan mencoba menebak-nebak apa yang dimaksudkan guru dikelas, Apa yang harus dikerjakan, dan apa yang harus dipelajari. Dengan membuat arahan murid tahu apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus dicapai. Guru diwajibkan menulis program pembelajaran dan semua itu sudah tercantum dalam RPP atau satpel. Tetapi banyak guru tidak menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajarannya didepan kelas, karena satpel atau RPPnya Mengambang dan tidak jelas, atau mungkin tidak ada RPP sama sekali atau mungkin guru terbiasa dan membiasakan diri tidak membaca RPP dalam mengadakan kegiatan pembelajaran.

3

Pegang Kendali


Peganglah kendali kelas dengan bersikap sebagai penentu bukan yang ditentukan. Banyak guru yang lemah dan mau dikendalikan oleh murid. Dengan sedikit bujukan dan rayuan seorang guru olah raga luluh hatinya ketika murid meminta untuk bermain Kasti saja. Seorang guru komputer tidak kuasa melarang muridnya untuk tidak menyalakan komputer dulu sebelum guru menerangkan teori. Andi seorang murid kelas 3, SD Islam Terpadu, terbiasa ketika jam pelajaran komputer berlari ke ruangan komputer menyalakan komputer sendiri dan bermain game sampai waktu pelajaran komputer habis. Bahkan terkadang, setelah habis jam komputerpun dia masih asik bermain game komputer, sehingga sering terlambat masuk jam berikutnya. Guru komputer tidak dapat melarang karena guru-guru lain, wali kelas, kepala sekolah, sangat memuji semangat belajar komputer seperti itu. Dalam hal ini harus ada kesepakatan dan kesatuan visi dari semua guru atas nilai-nilai moral dan disiplin anak yang harus diterapkan. Kelakuan Andi tersebut tidak baik, karena tidak saja dapat mengacaukan antara pelajaran dan bermain, tetapi juga menyangkut disiplin sekolah, ketertiban, dan target-target seluruh pelajaran sekolah.

4

Beri Batasan dan Sanksi


Beri Batasan dan Sanksi yang tegas ketika anak melanggar aturan dan umumkan batasan dan sanksi tersebut di depan kelas. Misalnya siapa yang tidak mengerjakan latihan dalam lima menit akan dapat hukuman berdiri di sebelah meja guru. Dan sebagainya tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

5

Beri Target yang Terukur

Beri Target yang real yang dapat terukur dan dibuktikan. Tujuan pembelajaran yang ada di RPP dan satpel kebanyakan mengambang. Perlu target yang real dalam satu kali pertemuan kelas ini. Misal setelah pelajaran ini kalian harus hapal rumus phytagoras. Atau Dalam sepuluh menit belum ada dua soal latihan yang terselesaikan akan mendapatkan sanksi. Kalau dalam setengah jam ke depan belum hapal satu ayat al-Qur'an akan mendapatkan sanksi. Masalah sanksi pada anak akan saya posting dalam artikel selanjutnya.

6

Pengawasan yang ketat


Dengan pengawasan yang ketat, seorang guru berarti memegang kendali kelas. Untuk apa peraturan yang susah payah dibuat tetapi tidak ditegakkan dan dengan mudah dilanggar oleh murid karena kurang atau tidak adanya pengawasan terhadap yang melanggar aturan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar